10 Feb

Berlin Sianipar's Personal Blog

Hari ini baru saja pulang dari Muntilan, menengok adik ipar yang sedang dalam masa penyembuhan usai kecelakaan dua minggu lalu. Kondisinya sudah membaik, jauh lebih baik daripada dua minggu lalu. Jahitan di bibirnya sudah dilepas, sudah bisa makan sendiri, sudah bisa makan makanan keras, namun belum bisa mengatupkan mulutnya karena bibirnya yang masih agak bengkak. Syukur kepada Tuhan (kalau memang Tuhan itu ada) dan syukur kepada dokter, perawat, rumah sakit dan orang baik yang menolongnya pada waktu ia kecelakaan (yang jelas ada).

Tapi bukan itu yang membuatku ingin menuliskan postingan ini, melainkan hal berikut ini.

Malam hari kemarin, aku melihat amplop besar hasil CT Scan-nya yang tergeletak di dinding penyekat di rumah adik iparku itu. Aku membukanya dan mengamatinya di bawah pancaran sinar lampu neon di ruang keluarga. Ada 25 gambar hasil scan kepala adik iparku. Gambar-gambar itu memperlihatkan potongan mendatar dan tegak lurus kepalanya. Terlihat citra tengkoraknya yang berwujud…

Lihat pos aslinya 664 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: