Arsip Kategori: manusia

Proses Penciptaan Manusia di Dalam Al-Qur’an

Allah SWT telah menggambarkan proses penciptaan manusia sebagai berikutdi dalam Al-Qur’an secara terperinci,
1. Allah berfirman dalam Qur’an Surat Shaad (38:71-72)

إذ قال ربك للملائكة إني خالق بشرا من طين () فإذا سويته ونفخت فيه من روحي فقعوا له ساجدين

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah”.Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.

2. Qur’an Surat Al-Insaan (76:2)

إنا خلقنا الإنسان من نطفة أمشاج نبتليه فجعلناه سميعا بصيرا

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

3. Qur’an surat An-Nisaa (4:1)

يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

4. Qur’an Surat Ali Imran (3:59)

إن مثل عيسى عند الله كمثل آدم خلقه من تراب ثم قال له كن فيكون

Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.

5. Allah berfirman dalam surat Al-Mu’minun, ayat 12-14:

ولقد خلقنا الإنسان من سلالة من طين () ثم جعلناه نطفة في قرار مكين  () ثم خلقنا النطفة علقة فخلقنا العلقة مضغة فخلقنا المضغة عظاما فكسونا العظام لحما ثم أنشأناه خلقا آخر فتبارك الله أحسن الخالقين

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS. Al-Mu’minun : 12-14).

6. Dijelaskan pula dalam Surat Al-Mukmin (40:67):

هو الذي خلقكم من تراب ثم من نطفة ثم من علقة ثم يخرجكم طفلا ثم لتبلغوا أشدكم ثم لتكونوا شيوخا ومنكم من يتوفى من قبل ولتبلغوا أجلا مسمى ولعلكم تعقلون

“Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes, air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya)”.

Berdasarkan ayat-ayat di atas, Proses Penciptaan manusia dikelompokkan menjadi dua macam proses,

yakni proses ajali dan proses alami.
1. Proses ajali yakni proses penciptaan manusia dengan Irodah/kekuasaan Allah seperti penciptaan Adam as., Hawa, dan Isa as. Yang mana ketika selesai dibentuk Allah meniupkan ruh kedalamnya (QS.38:71-72).  Karena itu, sampai sekarang ilmu pengetahuan/sains belum bisa menjangkaunya.
2. Proses alami, yankni proses penciptaan manusia pada umumnya, yaitu melalui tahapan-tahapan sebagimana dijelaskan dalam Surat Al-mukminun dan al-Mukmin ayat di atas.Karena itu pula Sains setelah menemukan Setelah penemuan mikroskop pada abad ke-16, doktor-doktor pada abad ke-18 percaya bahwa asal usul manusia dimulai sepenuhnya dari air mani laki-laki, jelasnya sperma laki-laki. Gambaran ini merupakan bukti yang digunakan oleh para ilmuwan abad ke-17 dan sebagian abad ke-18, untuk mendukung kepercayaan mereka bahwa manusia diciptakan sepenuhnya dari sperma jantan. Tetapi setelah penemuan sel telur lebih besar dari sel jantan, keadaan berubah. Dengan demikian mereka mengabaikan peranan laki-laki sebagaimana mereka telah mengabaikan peranan perempuan pada abad ke-17. Akan tetapi, setelah melalui penelitian-penelitian yang akurat, para ilmuwan menyimpulkan bahwa penciptaan manusia itu terbentuk melalui penyatuan sperma dengan ovum atau dalam istilah biologi disebut fertelisasi. Kepastian hal tersebut baru dikemukakan dan ditemukan pada abad ke-19 setelah adanya alat-alat yang modern yang dapat menunjang serta dapat membuktikan eksperimen tersebut.

Jika sains baru dapat menemukan hal tersebut pada abad ke-19, al-Quran telah menjelaskan semua itu  empat belas abad yang lalu melalui rasul Allah yang mulia, Nabi Muhammad saw. Al-Quran dan hadits menyebutkan bahwa penciptaan manusia terjadi akibat campuran sperma dan ovum.

Tahapan Proses pembentukan manusia hingga mencapai bentuknya yang lengkap hingga dilahirkan juga diterangkan oleh ayat-ayat Al-Qur’an Al Mu’minun dan Al-Mukmin ayat di atas, yakni melalui fase-fase sebagai berikut:

1. ALAQAH :
Menurut bahasa Arab artinya lintah atau sesuatu yang menggantung  atau bekuan darah. Menurut para ilmuwan, dalam proses perkembangan embrio usia 15-24 hari (stadium presomite) embrio berbentuk seperti buah pir yang digantung dalam suatu ruang yang disebut Chorionic cavity digantung oleh body stalk, dikelilingi oleh cairan amnion dan yolk sac pada saat ini dua proses yang paling dominan adalah pembentukan jantung-pembuluh darah dan awal pembentukan lempeng saraf.  Bila terjadi abortus (keguguran pada stadium ini maka akan keluar sebagai bekuan darah.

2. Al- MUDGHAH :
Pengertian mudghah berarti gumpalan  seperti bahan kuyahan atau permen karet atau sesuatu yang liat dan dapat dirubah-rubah bentuknya. Ada bagian yang sudah mulai berubah menjadi bentuknya yang pasti seperti jantung dan lempeng saraf atau otak  dan ada bagian yang belum jelas sama sekali.  Penambahan kata fa ( ف ) diawal kalimat menunjukkan sesuatu perubahan yang amat cepat dari Alaqah menjadi Mudghah. Jadi masa Alaqah hanya singkat saja. Dalam embriologi kira-kira sesuai dengan  embrio umur 24-27 hari. Pada saat ini embrio memang telah mengandung bagian yang telah mulai jelas akan jadi apa, tetapi banyak sekali yang masih belum jelas.

3. Al-IZAM :
Pengertian kata ini dalam bahasa Arab adalah tulang. Ini menunjukkan setelah pembentukan organ-organ mulai maka tulang sebagai kerangka tubuh juga mulai dibentuk, yang diawali dengan pembentukan tulang rawan. Bentuk  embrio sekarang sudah menuju bentuk manusia  yang lengkap.
Al-Qur’an menyebutkannya secara khusus karena merupakan salah satu stadium yang penting dalam proses pembentukan manusia. Dalam embriologi phase ini penting karena organ-organ mulai menyesuaikan posisinya sesuai dengan posisi rangka badan.

4. AL-KISA’A BILLAHM

Pengertiannya adalah pembungkusan dengan daging. Setelah tulang sebagai kerangka dibentuk dan organ-organ menyesuaikan posisinya dengan tulang, maka tulangpun akan dibungkus dengan daging atau otot, disamping itu daging yang halus juga mulai menutup embrio dan menjadi bentuk yang lain yang berkembang ( Nasy’ah) makin mendekati bentuk manusia. Dalam embriologi ini sesuai dengan umur kehamilan 8 minggu, dan setelah masa ini maka embrio disebut dengan Fetus atau Janin. Fetus ini kemudian akan tumbuh menjadi besar.

Dalam Hadits Rosulullah dijelaskan:

حدثني ‏ ‏أبو كامل فضيل بن حسين الجحدري ‏ ‏حدثنا ‏ ‏حماد بن زيد ‏ ‏حدثنا ‏ ‏عبيد الله بن أبي بكر ‏ ‏عن ‏ ‏أنس بن مالك ‏  ورفع الحديث أنه قال ‏ ‏إن الله عز وجل قد وكل بالرحم ملكا فيقول أي رب ‏ ‏  نطفة ‏ ‏أي رب ‏ ‏علقة ‏ ‏أي رب ‏ ‏مضغة ‏ ‏فإذا أراد الله أن يقضي خلقا قال قال الملك أي رب ذكر أو أنثى  شقي أو سعيد فما الرزق فما الأجل فيكتب كذلك في بطن أمه ‏

Hadis riwayat   Anas bin Malik ra.: Sesungguhnya Allah Taala mengutus seorang malaikat di dalam rahim. Malaikat itu berkata: Ya Tuhan!  Masih berupa air mani. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal darah. Ya Tuhan! Sudah menjadi segumpal daging. Manakala Allah sudah memutuskan untuk menciptakannya menjadi manusia, maka malaikat akan berkata: Ya Tuhan! Diciptakan sebagai lelaki ataukah perempuan? Sengsara ataukah bahagia? Bagaimanakah rezekinya? Dan bagaimanakah ajalnya? Semua itu sudah ditentukan dalam perut ibunya

Dari kenyataan ini, para dokter ahli kandungan nomor satu di dunia menyebutkan, bahwa semua yang disebutkan di dalam Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah SAW tentang proses penciptaan manusia adalah sesuai dengan yang ditemukan pada ilmu pengetahuan modern.

Inilah doktor ahli kandungan nomor satu di dunia, doktor berkebangsaan Kanada, Keith Moore. Dia memiliki sebuah buku yang diterjemahkan ke dalam delapan bahasa; dipelajari di sebagian besar universitas-universitas di dunia. Dia menyampaikan pidato dengan tema “Keselarasan Ilmu Kandungan dengan Apa yang Terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah” di Universitas Al-Malik Faishal. Dia berkata, “Sungguh ilmu pengetahuan ini, yang terdapat dalam Al-Qur’an, membuktikan kepada saya bahwa Al-Qur’an yang dibawa oleh Muhammad datang dari sisi Allah, sebagaimana juga membuktikan bahwa Muhammad adalah seorang rasul yang diutus oleh Allah.” Dia juga berkata dalam pidatonya, “Manusia ketika pertama kali diciptakan dalam perut ibunya berbentuk segumpal darah. Kemudian setelah itu ciptaannya meningkat menjadi segumpal daging. Kemudian berubah menjadi tulang-belulang. Dan kemudian dibungkus dengan daging.” Dan katanya, “Semua yang kami dapatkan dalam penelitian-penelitian kami, kami mendapatkannya tertera dalam Al-Qur’an.” Seorang doktor lain berkebangsaan Amerika, profesor dalam bidang ilmu kandungan, berkata pada muktamar yang diselenggarakan oleh Kerajaan Saudi Arabia di Riyadh, “Nash-nash Al-Qur’an memaparkan rincian yang lengkap tentang proses pertumbuhan manusia, dimulai dari tahap tetesan mani sampai pada tahap pertumbuhan menjadi tulang dan tubuh.” Dan katanya, “Belum ada dalam sejarah manusia, ditemukan paparan tentang peroses pertumbuhan manusia yang gamblang seperti ini.”

Seratus Makna Senyuman

Ketika kita senyum di hadapan seseorang akan memberi arti yang sangat luas, pada kesempatan ini saya mecoba merenungkan apa sih makna dibalik senyuman. Karena terkadang kita terhanyut dengan senyuman seseorang. Dengan senyuman bisa membawa berkah, simpati dan hal-hal yang positif lainnya. Begitu pula dengan senyuman malah bisa membawa fitnah, bencana bahkan kematian.

Seorang pelayan toko yang pandai senyum akan disenangi oleh pelanggannya, begitu pula karyawan atau pekerja bahkan pejabat sekalipun. Kalau ada pejabat yang pandai senyum akan  membuat semua orang senang dan senyumnyalah  tentunya dia akan disebut seorang pejabat yang menarik. Karena senang dan tertawa bagian dari kebahagian serta tanda kesehatan yang baik, begitu juga sebaliknya. Apabila dalam pikiran kita selalu berisi kebahagiaan maka kapanpun kita memanggil memori kita yang keluar hanya kebahagiaan. ”Hilangkan rasa benci apapun itu dan berikan lebih banyak, jangan harapkan sesuatu,”

Di sini jelas senyum memiliki makna yang luas, penulis mencoba menjelaskan mengenai 100  arti senyuman mulai 1 sampai 100. Sekedar memberi gambaran secara umum tentang makna  senyum itu sendiri. Pertanyaan kita adalah mengapa senyum bisa membuat mata yang memandang terasa enak, nyaman ? bahkan membawa suatu kedamaian ? 

Para pujangga menggambarkan bahwa senyuman itu seperti magnet yang memberikan kekuatan menarik perhatian bagi yang memandang dan di senyuman apabila di berikan denga tulus ikhlas akan tampak seperti pijaran sinar kemuliaan yang menyilaukan dan memberi terang aura bagi sipemilik senyuman itu sendiri. Coba qt hayati dalam hati yang jujur, Sudahkan kita senyum ? Kepada siapa kita harus senyum? Berapa lama senyum kita bertahan ? Bagaimana makna dari senyuman kita ? Senyuman kita tulus apa ada tedensi untuk sesuatu hal ? Jawablah dengan hati dan sudah pasti yang bisa menjawab adalah kita sendiri yang mempunyai senyuman tersebut. Lebih pantas kita bercermin pada diri kita sendiri apabila kita ingin mendapat suatu kemulyaan dari Sang Pencipta senyum yaitu Allah SWT.

Senyum adalah hidayah dari Allah SWT untuk semua hamba yang memancar seperti pijaran sinar alamiah yang memancar dari wajah – wajah makhluk ciptaan Allah SWT. Tanpa kita sadari terkadang kita selalu meremehkan arti senyum itu sendiri. Apalagi saat terjadi polemik hidup yang menghimpit jiwa justru senyum kian tenggelam dan surut oleh derita. Untuk sebuah senyum aja rasanya seperti harus membayar ratusan ribu. Amat sayang dan sulit . Sungguh memprihatinkan! Kalau sudah demikian lengkap sudah lukisan jiwa seperti rumah yang kosong tanpa cahaya penerangan. Gelap, suram dan menyeramkan. Sungguh pun demikian  amat disayang apabila sinar kemulyaan dari Allah SWT kita sia-siakan. Sayang kan ? Bukankah Rasulullah pernah mengajarkan untuk senyum? Karena senyum itu ibadah. Tinggal kita yang harus bisa menyiasati agar senyum yang kita berikan itu tidak menimbulkann fitnah. Itu tugas kita untuk mentelaah arti senyum yang akan kita berikan sebagai seorang muslim.

Seperti tema dari artikel yang ditulis oleh penulis tentang 100 makna Senyuman kali ini adalah bagaimana cara kita menangkap arti dari senyum yang kita terima dan senyum yang seharusnya kita berikan. Dalam situasi seperti saat ini tekanan hidup kian mencengkeram leher, situasi politik menyayat hati, putusnya harapan dan cita cinta mengakibatkan hati luka patah, kegagalan dalam bercinta dan kasus lain-lain yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang harus kita lakukan suya kita bisa tersenyum ?

Di sini ada beberapa tip yang mungkin bisa membantu kita menyiasati diri agar tidak terlalu laru pada persoalan hidup dan sebaliknya kita bisa memberikan senyum yang indah dan tulus untuk semua orang. Insya Allah!

Pertama, kita harus menyelami arti problematika hidup yang sedang kita alami saat ini, kita jangan takut melawan ego kita dan ikrarkan perang melawan Penyakit Hati apapun keadaannya. Hapus air mata yang ada dihati dengan terus dan selalu Istiqfar mohon kekuatan hati kepada Allah SWT. Mulailah ukir senyuman kita kepada orang lain terutama kepada yang sudah memberi senyum kepada kita.

Kedua,  adalah bagaimana cara kita agar senyuman itu tulus dan ikhlas ? Bicaralah denga  hati dan tekankan pada jiwa dalam tendensi ridho semata- mata karena Allah SWT. Bukankah senyum itu ibadah ?

Ketiga, adalah setelah kita melewati fase pertama yaitu pemahaman diri untuk sebuah kekuatan hati melawan ego dan pembelajaran diri untuk bisa tersenyum,dan setelah senyum bisa tersebut dapat kita aplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari. Baru kemudian kita lakukan seperti fase kedua yaitu bagaimana cara kita agar bisa tulus tersenyum ataupun membalas sebuah senyuman. Sekarang adalah materi yang ke tiga  adalah kita harus mampu menangkap arti senyuman yang kita terima maupun senyuman yang kita berikan. Bagaimana caranya ? Intinya kita harus tahu dan bisa menempatkan senyum kepada siapa kita harus sampaikan. Kita harus bisa pisahkan antara senyuman itu kepada seseorang yang kita hormati sebagai  tanda penghormatan atau kepada saudara, rekan dan orang yang kita cintai. Ada batas-batas tertentu yang harus kita ketahui dan kita pandang sebagai norma yang harus kita jalankan. Bagaimana supaya senyuman itu tidak berdampak pada fitnah. Naudzubillah!.

Keempat, terkait dengan sistem nilai seyogyanya kita tidak memberikan senyum yang mengarah atau “tatapan mata yang mengundang“. karena hal ini akan menjadi cikal bakal mala petaka, fitnah dan hal-hal yang tidak kita inginkan. Bermurah senyum tidak berarti harus melanggar sistem nilai.

Demikian sedikit gambaran tentang arti senyuman. Hidup ini akan akan lebih indah apabila kita mampu mengaplikasikan senyuman tersebut  kedalam hiasan kehidupan sehari-hari. Seperti air telaga bening yang tertimpa sinar Surya, begitulah ketulusan hati dan jiwa seseorang akan terpancar dari senyum yang ditunjukkan apabila dilakukannya dengan ikhlas dan tanpa pamrih. Laksana kilauan cahaya diantara gelap senantiasa memberi terang kepada keadaan sekitarnya. Seperti hamparan rerumputan hijau menyejukan mata. Sungguh senyuman adalah penghilang dahaga bagai siraman air diantara padang yang tandus. Memberi sejuk dan damai.  Subhanallah! Agar kiranya kita senantiasa bersyukur ttg segala sesuatu yang sudah Allah SWT beri untuk kita jalani dan mohon kepada- NYA agar apa yang kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari menjadi bekal ibadah di  akherat kelak. Amin. Wass

By. Ari – Darwati ( Surabaya – Jawa Timur )